Trisma itu disiplin (dulu….!!!!)
Mau yang roknya sepanggul?
Mau yang celananya melorot, Bu?
Mau liat yang knalpot motornya dimodif? Banyak!
Tapi kalo mau nyari yang jenius? Wah…..mesti pikir dua kali deh! (Kalo ada, paling hanya 2 atau 3 orang)
Entah dari mana asalnya pergeseran itu. Saya sendiri bingung. Setiap hari senin, Wakasek selalu berdiri di depan ruang guru untuk menjerat anak-anak yang termakan mode. Tapi kok ada aja yang lolos?
Mungkin karena anak-anak sekarang sudah makin pintar ya! Jika hari senin Wakasek berdiri bak satpam, itu artinya, pakaian harus ‘lebih sopan’. Dan hari-hari berikutnya, “BOLEHLAH…..”…
Apa kita nggak malu sama angkatan sebelumnya yang mengelu-elukan Trisma? Saya pernah mewawancarai alumni Trisma yang bisa dibilang namanya sudah tenar. Sebut saja, Asisten II Pemkab Badung dan Ketua Komisi B DPRD Kota Denpasar. Wah….dari cerita mereka, mereka sepertinya bangga sekali akan Trisma yang terkenal dengan kedisiplinannya. Saya pun sempat tercengang akan kata-kata yang terlontar dari bibir mereka, bahwa pemimpin Trisma pada saat itu hingga rela mengejar anak-anak yang terlambat sekolah. Wah…..
Tapi sekarang, walaupun (katanya) bel sudah dibunyikan pukul 7 tepat, anak-anak tetap santai memasuki kelas pukul 7.15 ke atas. Bahkan hingga terlambat 30 menit! Sang guru yang sudah ada di dalam kelas hanya bisa diam tanpa bisa memberikan sanksi yang tegas. Kecuali salah satu guru yang memang menurut saya patut diacungi jempol (saya tidak akan mengajukan nama atau membeberkan identitasnya). Ia memang tegas. Terlambat satu menit saja, silakan pergi membaca buku di perpustakaan. Bagi yang baru mendengar, wah, asik donk! Eits….pergi ke perpustakaan = mengurangi satu poin nilai kita. Mau??????









Tidak ada komentar:
Posting Komentar