Selasa, 04 Maret 2008

Surat dikembalikan oleh Ikan
Siapa sangka bahwa sebuah surat yang ditulis 15 tahun lalu, kemudian ''dikembalikan'' kepada pengirimnya oleh seekor ikan? Namun itulah yang terjadi di Jepang.

Surat itu ditulis oleh Natsumi Shirahige dan teman-temannya, saat ia masih berusia enam tahun. Surat-surat itu --sebagai tanda perayaan 120 tahun sekolahnya-- kemudian diiikatkan pada balon lalu dilepas ke udara pada 1993.

Namun Kamis lalu (24/1), seorang nelayan menemukan surat Shirahige dengan tulisan yang masih jelas dibaca, menempel di perut ikan yang ditangkapnya. Pada surat itu juga ditemukan benang pengikat beserta potongan balon berwarna merah. Saat dibukan, ternyata surat itu berisi tulisan tangan seorang murid yang bersekolah di Kawasaki, 150 kilometer dari lokasi penangkapan ikan tersebut.

''Sekolah kami berusia 120 tahun... Jika Anda menemukan surat ini, please tulislah surat kepada saya,'' demikian isi surat itu berikut alamat sekolahnya.

Sang nelayan berusia 52 tahun, tentu saja terkejut. Ia mengatakan kepada televiswi Asahi, ''Saya sudah sekian lama menjadi nelayan, namun ini luar biasa.''

Dapat dibayangkan, betapa panjang perjalanan surat itu sebelum kembali ke tangan Shirahide. Pasalnya, ikan itu bahkan biasa hidup sekitar 1.000 meter di bawah permukaan samudera Pasifik. Kini Shirahige telah berusia 21 tahun dan menjadi mahasiswa. ''Saya tak habis pikir bagaimana surat ini bisa bertahan selama 15 tahun. Tak pernah saya bayangkan akan seperti ini.''

Lukisan Cat Minyak di Gua Afghanistan
Lupakan masa keemasan peradaban dan seni saat Renaissance di Eropa. Seni lukis dengan cat minyak ternyata telah dimulai hampir 14 abad silam, di sejumlah gua di Bamiyan, Afghanistan. Di gua-gua itulah tampak lukisan bernuansa Budha dalam ukuran besar dan diperkirakan dibuat sekitar tahun 650 M.

Lukisan itu menggambarkan ribuan gambar Budha duduk bersila sambil mengenakan jubah berwarna merah menyala. Motif lainnya menunjukkan gambar monyet, pria yang saling berhadapan, atau daun kelapa yang saling terjalin berhiaskan mahluk-mahluk mistis.

Gaya lukisan umumnya dipengaruhi oleh sentuhan India dan Cina. Sehingga diperkirakan, pembuatnya adalah seniman yang bepergian di Jalur Sutra. Menurut ahli dari Institut Riset Properti Budaya Nasional di Jepang, Yoko Taniguchi, lukisan itu adalah contoh tertua penggunaan minyak dalam sejarah seni. Kini para ahli dari Jepang, Eropa, dan Amerika Serikat (AS) bekerja sama untuk merestorasi kerusakan pada lukisan tersebut. Lokasi penemuan di Bamiyan, sebelumnya terkenal dengan dua patung Budha berukuran raksasa yang dihancurkan oleh Taliban pada 2001.

'Si Liar' Luncurkan Karier
Beberapa waktu lalu, Corey Delaney (16 tahun) dari Melbopurne, Australia, sempat membuat pusing kedua orang tuanya. Pasalnya, Corey menjadi berita utama di sejumlah media internasional gara-gara mengundang 500 orang dan menggelar pesta liar saat orang tuanya tak ada di rumah.

Rupanya, keonaran menggelar pesta liar menarik perhatian seorang agen pencari bakat, Max Markson. Corey yang mendadak menjadi ''selebriti'' ini digaet dan bakatnya dalam menarik pengunjung pesta akan disalurkan.

Markson akan mengajak Corey berkeliling Australia untuk menggelar pesta bertajuk ''Corey's Party Tour'' dimulai dari Sydney, Februari. Sebelumnya, Corey akan dilatih keterampilan menjadi DJ. Tentu saja, uang pun akan mengalir ke kantung Corey, sekitar 50 ribu hingga 100 ribu dolar Australia dalam setahun ini.

''Sekarang kami akan membantunya menggelar pesta secara benar,'' kata Markson. Kini, sang promotor mengintip sejumlah peminat yang ingin menggunakan Corey dalam iklan produk mereka. Rupanya Corey dinilai cocok untuk membidik pasar anak belasan tahun. Betapa pun indahnya akhir kisah Corey, semoga saja langkah onarnya tak ditiru.

Tidak ada komentar:

GoTchA ThiZz viDeO...